Thursday, November 22, 2012

Investigasi vs Kriminal

Jurusan Jurnalistik rasanya mulai jadi virus pelan-pelan, terkadang kita baru tau kesukaan kita itu bukan benar-benar hal yang ingin kita lakukan setelah banyak terjun ke beberapa pengalaman. Yak! jurnalistik salah satunya. Enggak pernah terpikir mau jadi wartawan, dulu taunya cuma mau jadi PENULIS *tapi novel gak pernah selesai* haha :D

Lanjut!
Setelah naik-naik ke puncak gunug dan terjun dari atas bukit di dunia per-jurnalistikan, rasanya nano-nano. Beberapa liputan udah pernah dijalanin, dari pengalaman cari narasumber untuk berita soft news sampai hard news, dari yang gampang dicari sampai yang susah birokrasinya juga udah dirasain, tapi enggak ketinggalan pengalaman BUKAN JAM KERJA (wartawan) dan terkadang pengalaman tak terduga ini bisa jadi berita terhangan dan susah dilupakan.

Pengalaman pertama adalah bikin LIVE TWEET tentang maling di perumahan gue sendiri. Dan benar-benar live tweet akhirnya jadi seru sendiri, berasa wartawan online yang harus update setiap detik :D. Dari mulai warga teriak-teriak, warga mulai bawa-bawa kayu, sampai ibu-ibu ikutan bawa sapu, sampai akhirnya maling diketahui ada di atas genteng, sampai akhirnya sang maling ketangkep dan TARAA ~ sang maling adalah anak komplek sendiri. Ini pengalaman pertama di Kriminal.

Kedua, dan lagi-lagi di bidang Kriminal. Yang ini benar-benar lebih ekstreem, kali itu bukan berasa jadi wartawan yang lagi bikin berita setiap detiknya tapi jadi camera person juga walaupun cuma sekadar dari hape saja. Pengalaman ke dua ini, masih seputar permalingan dan kali ini sangat amat terang-terangan, sore hari, di perumahan sendiri. Jambret uang 20 juta!
Yak! JAMBRET UANG 20 JUTA, DUA PELAKU, TANPA PENUTUP KEPALA, DAN MEMBAWA PISTOL SERTA GOLOK. oke, ini agak ekstreem toh? :D
Live tweet kembali berlangsung mulai dari korban dicekek, korban di ambil tasnya, warga mulai datang, pelaku mengeluarkan pistol, warga mulai takut, pistol ditodong ke kepala korban, sampai akhirnya........pelaku lolos, dan polisi baru datang. Karena cuma dua orag warga yang berani bantu dan rasa penasaran serta takut, akhirnya memberanikan diri deketin tempat kejadian dengan telanjang kaki sambil megangin hape dan memvideokan tragedi pemukulan. Dan baru sadar, video terlalu banyak goyang karena saya ketakutan. Dan baru sadar juga, kalau jadi camera person dalam suatu kejadian atau peristiwa sangat amat susah.

Itu pengalaman Kriminal. Kali ini pengalaman investigasi.
Untuk beberapa hal dari sekian pengalaman meliput, INVESTIGASI paling menyenangkan.
Rasa penasaran yang dibuat itu berkala sampai akhirnya enggak tenang sendiri dan maka hasilnya adalah tingkat KEPO yang sangat mulus. Mulai dari pencarian narasumber dari ID Kaskus, nomer telpon, accout YOUTUBE semua di kepo-in. DAN BERHASIL!
karena investigasi ini masih proses, sejauh ini INVESTIGASI masih jadi nomer satu daripada KRIMINAL. :)

Akan jadi wartawan apakah saya? ....

No comments:

Post a Comment